Cimahi, 19 Januari 2026, Buku Built to Last resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang berlangsung sangat hangat dan penuh makna di Showroom Chitose Baros, Cimahi. Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan dihadiri oleh para narasumber yang terlibat dalam buku, jajaran direksi, para manajer, pimpinan direct holding Chitose, serta insan Chitose dari berbagai generasi, mulai dari generasi senior hingga generasi milenial dan Gen Z.
Bapak Dedie Komisaris Utama Chitose sekaligus penggagas buku bersama Bapak Ahda Imran selaku penulis buku
Peluncuran buku ini menjadi momen yang merefleksikan perjalanan panjang Chitose sebagai perusahaan yang terus bertumbuh lintas generasi. Suasana acara berlangsung akrab dan kekeluargaan, selaras dengan isi buku Built to Last yang mengangkat cerita-cerita nyata dari para pelaku di dalamnya.
Rangkaian acara dibuka dengan sebuah monolog yang dibawakan oleh perwakilan dari tiga generasi berbeda. Monolog ini menggambarkan sudut pandang masing-masing generasi dalam memaknai perjalanan Chitose. Monolog dari tiga generasi memiliki perspektif pengantar yang kuat terhadap isi buku, yang terbagi dalam tiga bagian utama: Before, Now, and Then. Setiap bagian merepresentasikan cara pandang, nilai, serta dinamika kerja yang berkembang seiring waktu.
Setelah sesi monolog, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Bapak Dedie Suherlan selaku penggagas terbitnya buku Built to Last, bersama Bapak Ahda Imran sebagai penulis. Dalam penyampaiannya, Bapak Dedie menegaskan bahwa buku ini tidak dibuat untuk kepentingan personal, melainkan sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi perjalanan bersama seluruh insan Chitose.
Sementara itu, Bapak Ahda Imran mengungkapkan bahwa proses penulisan buku ini menjadi tantangan tersendiri. Built to Last merupakan pengalaman pertamanya menulis kisah tentang sebuah korporasi, dengan tantangan utama merangkai berbagai sudut pandang lintas generasi agar tetap utuh, relevan, dan memiliki benang merah yang kuat.
Momen penandatanganan buku sebagai tanda resmi diluncurkannya Chitose: Built to Last
Sesi diskusi kemudian dibuka untuk para tamu undangan. Antusiasme terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, khususnya dari generasi milenial yang tertarik pada proses penulisan, perjalanan Chitose, hingga potensi pengembangan cerita Chitose di masa depan.
Sebagai simbol peresmian buku, dilakukan penandatanganan 10 eksemplar buku oleh Bapak Dedie Suherlan dan Bapak Ahda Imran. Momen ini menandai resmi diluncurkannya Built to Last sebagai buku yang dapat dibaca oleh seluruh insan Chitose. Para tamu undangan juga menerima buku tersebut sebagai bentuk apresiasi.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menegaskan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam perjalanan Chitose hingga hari ini.
